44

Pembukuan atau pencatatan seringkali diabaikan dan selalu dianggap hal yang tidak penting oleh Wajib Pajak. Kesimpulan ini saya ambil dari seringnya saya bertemu dengan Wajib Pajak terutama yang omsetnya masih di bawah Rp. 4,8M. Kebanyakan Wajib Pajak tersebut mengatakan bahwa mereka tidak mengetahui apa itu pembukuan atau pencatatan, padahal pembukuan atau pencatatan adalah sesuatu yang penting dan diharuskan berdasarkan ketentuan perundang-undangan perpajakan agar Wajib Pajak dapat menghitung dengan lebih akurat berapa pajak yang seharusnya terutang.

Kewajiban Menyelenggarakan Pembukuan atau Pencatatan

Berdasarkan Undang-undang Nomor 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan disebutkan pada Pasal 28 bahwa Wajib Pajak harus menyelenggarakan pembukuan atau pencatatan.

Pasal 28 ayat (1): Wajib Pajak orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas dan Wajib Pajak badan di Indonesia wajib menyelenggarakan pembukuan.

Pasal 28 ayat (2): Wajib Pajak yang dikecualikan dari kewajiban menyelenggarakan pembukuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), tetapi wajib melakukan pencatatan, adalah Wajib Pajak orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan diperbolehkan menghitung penghasilan neto dengan menggunakan Norma Penghitungan Penghasilan Neto dan Wajib Pajak orang pribadi yang tidak melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas.

Dari dua kutipan dalam Pasal 28 di atas sangat jelas bahwa pada dasarnya seluruh Wajib Pajak yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas baik orang pribadi maupun badan wajib menyelenggarakan pembukuan. Namun terdapat pengecualian bagi Wajib Pajak tertentu tidak menyelenggarakan pembukuan namun tetap wajib membuat pencatatan.

Perbedaan Pembukuan dan Pencatatan

Sekilas hampir sama antara istilah pembukuan dengan pencatatan, karena sama-sama proses mencatat namun terdapat sedikit perbedaan pada hasil yang diperoleh

Pengertian pembukuan menurut undang-undang adalah suatu proses pencatatan yang dilakukan secara teratur untuk mengumpulkan data dan informasi keuangan yang meliputi harta, kewajiban, modal, penghasilan dan biaya, serta jumlah harga perolehan dan penyerahan barang atau jasa, yang ditutup dengan menyusun laporan keuangan berupa neraca, dan laporan laba rugi untuk periode Tahun Pajak tersebut.

Pencatatan terdiri atas data yang dikumpulkan secara teratur tentang peredaran atau penerimaan bruto dan/atau penghasilan bruto sebagai dasar untuk menghitung jumlah pajak yang terutang, termasuk penghasilan yang bukan objek pajak dan/atau yang dikenai pajak yang bersifat final.

Baik pencatatan maupun pembukuan harus diselenggarakan dengan memperhatikan iktikad baik dan mencerminkan keadaan atau kegiatan usaha yang sebenarnya dan dengan menggunakan huruf Latin, angka Arab, satuan mata uang Rupiah, dan disusun dalam bahasa Indonesia atau dalam bahasa asing yang diizinkan oleh Menteri Keuangan.

Yang harus diperhatikan oleh Wajib Pajak adalah buku, catatan, dan dokumen yang menjadi dasar pembukuan atau pencatatan dan dokumen lain termasuk hasil pengolahan data dari pembukuan yang dikelola secara elektronik atau secara program aplikasi on-line wajib disimpan selama 10 (sepuluh) tahun di Indonesia, yaitu di tempat kegiatan atau tempat tinggal Wajib Pajak orang pribadi, atau di tempat kedudukan Wajib Pajak badan.

Pentingnya Pembukuan atau Pencatatan Bagi Wajib Pajak

Pembukuan atau pencatatan penting bagi Wajib Pajak dengan alasan:

  1. Akan memudahkan Wajib Pajak pada saat menghitung dan memperhitungkan serta melaporkan pajak terutang baik pada SPT Masa maupun SPT Tahunan.
  2. Perhitungan pajak terutang lebih akurat.
  3. Jika Wajib Pajak tidak dapat menunjukkan dokumen pembukuan atau pencatatan pada saat pemeriksaan sehingga tidak dapat dihitung penghasilan kena pajak, maka penghasilan kena pajak dapat dihitung secara jabatan berdasarkan data lain yang diperoleh pada saat pemeriksaan.
  4. Laporan keuangan memberikan informasi posisi keuangan dan kemajuan dari usaha Wajib Pajak
  5. dan banyak keuntungan yang lain.

Demikian sekilas mengenai pentingnya pembukuan atau pencatatan bagi Wajib Pajak. Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda. Ayo sadarkan Wajib Pajak untuk selalu membuat pembukuan atau pencatatan agar dapat menghitung pajak terutang dengan lebih akurat. Terimakasih.